Aksi Demonstrasi, Puluhan Pemuda Mendesak Kejari Usut Tuntas Dugaan Dana Fiktif KONI Buton 2019

  • Senin, 13 Desember 2021 - 08:39:20 WIB
  • Staf Operator
Aksi Demonstrasi, Puluhan Pemuda Mendesak Kejari Usut Tuntas Dugaan Dana Fiktif KONI Buton 2019

Puluhan pemuda yang tergabung dalam lembaga swadaya masyarakat, Pergerakan Pemuda Daerah (Perda) Buton melakukan aksi demontrasi di depan kantor Kejaksaan Negeri Buton di Pasarwajo, Kamis, (9/12/2021).

Dalam aksinya para pengunjuk rasa mendesak kejaksaan negeri Buton untuk mengusut tuntas dugaan kegiatan fiktif dana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buton sebesar Rp700 juta pada 2019 lalu.

Korlap aksi, La Ovan Momi dalam orasinya mengungkapkan, pada tahun 2019 lalu, dana hibah dari Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Buton yang diberikan kepada KONI Buton sebesar Rp 700 juta untuk pembinaan atlet yang ada dibeberapa Cabang olahraga (Cabor).

 

Lantas, anggaran tersebut telah dicairkan oleh Pemkab Buton ke Rekening KONI Buton melalu Badan Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buton ter tanggal 14 Februari 2019 untuk pembinaan atlet Cabor.

Akan tetapi, lanjut Ovan, berdasarkan keterangan dari beberapa para ketua (Cabor) justru, pihaknya tidak pernah menerima satu peserpun dari KONI untuk keperluan pembinaan atlet.

“Menurut keterangan beberapa ketua Cabor, dari dana yang dicairkan ke rekening KONI sebesar 700 juta tersebut tidak pernah diterima oleh mereka dalam melakukan pembinaan,” rilis Ovan Momi kepada Media ini, Kamis, (9/12/2021) malam.

Hal senada juga disuarakan oleh Leo Wabula, menurutnya, pihaknya menduga dana sebesar Rp700 juta tersebut di fiktifkan karena dana sebesar itu tidak jelas di peruntukan untuk apa ?.

Sehingga, sambung Leo, pihaknya juga mendesak ketua KONI Buton untuk mengeluarkan bukti laporan pertanggung jawaban atas anggaran yang telah dicairkan itu.

“Sehingga melalui gerakan ini kami juga meminta laporan pertanggung jawaban dari Ketua KONI Buton atas pertanggung jawaban anggaran sebagai laporan realisasi keuangan yg telah d cairkan sebesar 700 juta tersebut,” tegasnya.

“Oleh karena itu Kami dari Pergerakan Pemuda Daerah, meminta kepada
Kejaksaan Negeri Buton untuk melakukan audit terhadap kerugian negara akibat dari dugaan kegiatan Fiktif Dana Hibah Koni Tahun 2019,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buton, Ledrik V.M Takaendang, tak dapat dikonfirmasi, beberapa kali dihubungi nomor tidak aktif, di Chat juga tidak balas.

Untuk diketahui, rangkaian aksi unjuk rasa oleh puluhan pemuda yang mengatasnamakan lembaga swadaya masyarakat Pergerakan Pemuda Daerah (Perda) Buton, merupakan bentuk peringatan Hari Anti Korupsi (HAK) se-Indonesia tepatnya 9 Desember 2021.

Sumber : monitorsultra.com

  • Senin, 13 Desember 2021 - 08:39:20 WIB
  • Staf Operator

Berita Terkait Lainnya